welcome to my blog...


Minggu, 16 Oktober 2011

the girl with a skirt (olala...) --repost dari fb saya juga

berbekal sandal japit biru yang setia nemplok di kaki *ga kaya nofi yang sandalnya putus di tengah jalan*,, aku *dan yang lain* berpetualang di nglimut *first time*... wuitzzz... berasa apa gitu berpetualang.
padahal niat pertama dan yang utama adalah survey tempat buat kemah. eh, malah nyoba2 masuk ke hutan pinus *kalo ga salah si itu pohon pinus*. tanpa peralatan memadahi, hanya modal nekad, dan let's go..!!

awal masih normal,, biasa aja, hanya mendaki...mendaki... dan terus mendaki...
masuk- masuk hutan,, dan akhirnya nemu sungai *niat juga si survey buat susur sungai*
sungai terjal berbatu membuatku jatuh *hadeeeh... perasaan aku member yang paling sering bersuara*

satu- satunya member yang pake rok *ya aku*,, berkali- kali roknya nyangkut,, sampe mau hanyut ke sungai gara- gara roknya ngikut deresnya aliran air... sampe sempet ada yang nyeletuk...
"lha mbok roknya di copot aja,, pake celana" *berhubung aku make celana panjang juga sebagai rangkepan rok*

dan di sela- sela itu *ntah jatuh yang ke berapa kali*
saat jatuh *lagi* mas- mas yang di depanku reflek ngulurin tangan...
sedetik kemudian di tarik lagi... tau dia bilang apa??
"ehh,, bukan muhrim!!!"
-DOENG-
bagus...bagus...masih inget...
dan akhirnya aku bangkit sendiri...

dan setelah melewati medan terjal selama 3 jam-an,, alhamdulillah... nemu jalan keluar juga *sujud syukur*

saya? saya...!!!


(orang jatoh bukannya di tolong dulu,, malah di poto *kerjaannya nofi*,, ga pa pa lah buat pengingat.hehehe)

Disaster of Pressure *lanturan orang kurang kerjaan,,haisss*... --repost dari fb saya

Mendapat tekanan berlebihan --> pembatasan ruang gerak yang berlebihan (bukan dalam artian sebenarnya, tapi lebih ke penciptaan benteng diri secara psikis mengacu pada "yang boleh dan yang tidak", sehingga mengacu pada sikap "berusaha menyenangkan orang lain")
Mungkin kalo masuknya ke lingkungan yang memang seperti itu, its no problem. Tapi kalo gak???

come on, di dunia ini bukan cuma orang baik yang ada. Dan gak semua orang baik itu baik (dengan mengesampingkan pikiran negatif tentunya) *maksudnya manusia kan emang tempatnya salah*. Orang baik berteman dengan orang baik, dua-duanya baik, tapi sifat alami seperti kadang marah, kesal, iri dan lain sebagainya *hello, orang baik juga manusia* mungkin tidak akan 100% menjamin hubungan orang baik dengan orang baik itu berjalan baik pula.

--> dan suatu saat masuk ke lingkaran bebas *yang mungkin tidak terlalu memikirkan siapa dirimu, dan dipikir dapat menerimamu apa adanya, sehingga kamu merasa nyaman melakukan kesenangan apa saja tanpa terbebani tekanan*

But, wait a minute... Mereka tetap melihat dari mana asalmu. Mereka sama saja menekanmu untuk tetap menjadi baik, walaupun mereka sendiri TIDAK!!

Dan apabila  belum cukup tegap dan kokoh, yang membuatmu melakukan sedikit kesalahan... Karena nila setitik rusak susu sebelanga. And the conclusion is...

Pengucilan.. Stempel yang terus menerus tertempel di dahimu. "You are loser!! Kamu salah!! Kamu gak bener!! Gak seharusnya kamu gitu!! Penjahat!! Bodoh!!"
Dan saat itulah, KEHANCURAN diri mulai terasa. Neraka dunia terbuka untukmu!! *Jehh~ bahasanya rada sadis ih*
*hahaha... tulisan ini mulai mempengaruhi...*

Tekanan 1, tekanan 2, hahh... Berat kan?!!
Secercah cahaya datang, lingkungan yang baik. diri menjadi baik, lupa sejenak dengan tekanan 1 dan 2. Mulai merasa bahwa tujuan tekanan itu tak lain dan tak bukan adalah tujuan hidupmu.

Tapi asap dari masa lalu datang lagi, dan menyulut api lagi. Mulai mengusik dengan serentetan pertanyaan, "Tulus gak lo gitu? Emang lo bisa berubah? Cihh, cuma topeng. palingan ntar balik lagi" Hahaha... tawa masa lalu.

Dan ketika pertahanan baik yang belakangan di pelajari itu JEBOL *haiss... pake kata RUNTUH aja ahh*, si korban itu mulai berpikir, "Oke pikiran masa lalu. Kalo kamu pikir aku salah, aku akan jadi salah. Kalo kamu pikir aku jahat, aku akan jadi jahat" *si korban mulai meracau*

Teeettt... Dimulailah melepas atribut "orang baik' yang menempel. Mulai lagi menapaki lembaran baru menjadi orang bebas. Melakukan pengingkaran terhadap tekanan-tekanan yang di hadapi. Ini sudah bukan lari lagi, Tapi mengingkarinya!!!
Tak sadar bahwa tekanan yang ke 3 mengintai.
Dan ketika tekanan 3 muncul dari lingkungan baik *dan sekitar* yang sempat di tinggali. Si korban mulai menjadi linglung. Seperti kehilangan jati diri.

That's it, hidup tetap berlanjut...

Kesimpulan *menurut saya*
Sebab:
  • Tekanan berlebih
  • Permasalahan yang menyebabkan traumatik mendalam *bukan di lihat dari permasalahannya, tapi ke hasil/ akibat dari permasalahan tersebut*
Akibat:
  • Terbiasa lari, tanpa menyelesaikan. Jika menemui permasalahan.
  • Mengingkari adanya tekanan *berakibat pengingkaran terhadap masa lalu, pengalaman pahit yang fatal... pengingkaran terhadap jati diri*
  • Kehilangan kepercayaan diri
  • Kehilangan kepercayaan dari orang lain
  • Kehilangan jati diri
  • Susah mengambil keputusan sendiri, lebih cenderung mengikuti perintah orang lain *kurangnya kendali diri*
Tapi...
  • Semua manusia pasti punya masalah
  • Mungkin tidak semua orang bermasalah *karena tekanan* adalah korban. Tapi yang  pasti, mereka menderita.
  • Orang baik tak selamanya baik.
  • Orang jahat juga tak selamanya jahat
  • Luka psikis lebih akan membekas daripada luka fisik.

--oOo--

Haiisss,, kepanjangan gak si racauan saya? hehehe
Ini cuma tulisan orang awam *saya* yang tertarik dengan bidang ini tanpa nyemplung ke dalamnya lho *hahahahahah*. Interest sama bidangnya beda!
Berhubung saya bukan orang psikologi *atau berlabel psikologi*, saya gak tau, ini termasuk sindrom tertentu atau perilaku biasa yang wajar terjadi.


hahaha...sekian racauan gak jelas *saya*
#Adios~

POTRET (part.1)


Seperti siang- siang sebelumnya, matahari menyinari kota Semarang dengan terik. Tak tahu kenapa, mungkin berita tentang menipisnya lapisan ozon di bumi mulai terbukti benar. Sehingga sinar matahari dengan leluasa masuk ke bumi tanpa adanya penghalang. Atau memang kiamat sudah semakin dekat, yang nantinya matahari akan berada tepat di atas kepala kita. Wallahu a’lam.
Dan  di siang yang terik itu, di pinggiran pasar, orang- orang menjajakan dagangannya. Dari mulai makanan, bumbu dapur, buah- buahan hingga pakaian bekas. Terlihat sedari tadi seorang anak kecil mondar- mandir di sekitar para penjual itu dengan membawa sepatu yang sudah rusak. Satu persatu orang- orang di sekitar tempat itu di datanginya.
“Bu, mau nggak tuker sepatu bekas ini dengan yang baru? Ini sepatu adik saya sudah rusak. Adik saya mau minta sepatu baru, tapi saya nggak punya uang” celotehnya sambil memperlihatkan sepatu butut yang sudah rusak itu.
Dan untuk yang kesekian kali orang- orang yang di mintai tolong itu malah pergi atau bahkan ada yang sampai menghardik.
“Memangnya saya bapakmu apa? Sana pergi! Sepatu rusak kayak gini di buang juga nggak ada yang mau mungut!” kata- kata kasar itu terlontar dari seorang tukang ojek.
Dan lagi- lagi orang- orang itu berlalu dari hadapan si anak. Sampai saat sore menjelang, kumandang adzan menandakan telah masuk waktu asar mengggema di seluruh sudut pasar. Anak itu tidak patah semangat, ia tetap berusaha mencari orang yang mau menukarkan sepatunya dengan sepatu yeang masih bisa di pakai.
“Wah, nggak ada yang mau nolong dari tadi. Ini sudah 5 jam. Padahal gambarnya harus segera di kirim ke Jakarta untuk segera tayang” Kata seorang laki- laki, yang sedari tadi mengawasi anak kecil itu. Namanya Andi. Dia adalah seorang kru acara reality show yang di tayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di ibukota.
“Sabarlah. Sebentar lagi mungkin ada yang menolong. Jangan menggerutu terus” ujar partnernya, seorang kameraman bernama Marwan.
“Kenapa kamu bisa sesantai itu? Bukankah besok pagi kamu ngambil gambar wawancara ekslusif dengan salah seorang pejabat Negara dan keluarganya? Berarti paling tidak sebelum jam 7 malam harus sudah pergi dari sini kan?”
“Kamu baru pertama kali terjun di lapangan ya?”
“Apa?”
“Tunggu saja. Di antara sekian banyak orang susah di sini, pasti ada yang akan menolong. Orang- orang seperti itu lebih punya jiwa sosial yang tinggi. Daripada orang- orang yang berduit”
“Potret Indonesia” ejek Andi sambil tertawa
“Jangan lupa, kita juga bagian dari negeri ini” sergah Marwan
“Ketimpangan di negeri ini sudah menjadi- jadi. Sudah berada di titik akut. Orang yang susah semakin susah, yang miskin semakin miskin. Sedangkan yang berkuasa malah rebut sendiri dengan masalah yang datangnya dari mereka sendiri. Tapi tahukah kamu kalau orang yang susah dan miskin itu lebih punya hati nurani daripada orang- orang yang berduit? Orang susah dan miskin itu masih bisa berbagi di tengah keterbatasan mereka. Sedangkan orang- orang di atas sana, yang berduit, justru serakah, menimbun harta sebanyak- banyaknya, gila kedudukan. Hah, benar- benar ironis sekali” terang Marwan menambahkan
“Kamu bicara panjang lebar sekali, seperti bakul obat saja” ejek Andi lagi
“Aku tahu karena aku melihatnya sendiri. Lewat kamera ini. Dari mulai presiden, pejabat Negara yang tak henti- hentinya mempermasalahkan Century, selebritis yang selalu berkontroversi, narapidana sampai derita rakyat jelata. Dan biasanya kamera inilah yang menyadarkanku seperti apa rupa negara kita tercinta ini”
Sesaat mereka berdua sama- sama terdiam. Dan pandangan mereka pun kembali pada si anak yang di beri tugas menemukan kebaikan di dalam keterbatasan itu.
Sampailah ia pada seorang nenek penjual barang- barang bekas yang berada di suatu tenda kumuh. Anak itu kembali meminta tolong kepada nenek tersebut, seperti yang ia lakukan dari tadi.
“Ambil saja yang menurutmu masih bagus,nduk. Tapi maaf nenek hanya punya sepatu bekas” ujar sang nenek tanpa basa- basi.
Setelah mengambil sepatu yang menurutnya masih bagus dan bisa di pakai adiknya, si anak pun pamit sambil sebelumnya berterimakasih pada nenek tadi.

 (sebatas visualisasi)

***
Beberapa menit kemudian terlihat seorang laki- lagi mendatangi sang nenek penolong tadi.
“Nek, tau daerah genuk tidak? Kira- kira dari sini naik apa ya?” Tanya laki- laki itu.
“Ke genuk ya naik angkot merah itu. Nyabrang ke sana, nanti di tunggu saja. Sebentar lagi lewat” kata sang nenek memberi tahu.
“Oh iya mbah, tadi ada anak kecil, itu cucunya ya?”
“Bukan. Tadi nuker sepatu”
“Nuker sepatu gimana mbah?”
“Lha iya, katanya sepatunya rusak. Mau  di tuker sama yang masih bagus. Ya tadi ta’suruh ngambil sendiri, adanya Cuma kayak gini”
“Nenek ikhlas bantu anak tadi?”
“Iya lah. Kasihan. Lha wong kita sama- sama susah”
“Karena nenek sudah menolong anak tadi, ini ada rezeki buat nenek” Kata si laki- laki tadi yang tiba- tiba saja memberikan beberapa lembar uang 50 ribuan.
“Opo iki nang?” Tanya sang nenek bingung
“Itu rezeki buat nenek, karena sudah baik hati sama anak kecil tadi” Ujarnya menjelaskan
Tiba- tiba saja tangan sang nenek meraih lengan pemuda tadi, walaupun beliau sedikit kesusahan bergerak karena kakinya lumpuh.
“Namamu sopo nang?”
“Andi mbah”
“Andi, ta’ do’akan kamu supaya rezekinya lancar, punya keluarga yang baik, punya anak- anak yang soleh”
“Amin mbah”
Terlihat nenek itu menangis tersedu- sedu sambil memengang uang tersebut.
“Nenek tinggal dimana?”
“Saya tinggal di sini, nang. Saya nggak punya rumah” kata sang nenek masih sambil menangis.
“Simbah punya anak?”
“Nggak punya”
Tiba- tiba saja sang nenek yang baru saja mendapat rezeki dari sebuah acara reality show itu sudah bercerita panjang lebar tentang dirinya yang ternyata bernama Sri Tuminah dan kenapa bisa sampai tinggal di situ.

***

*bersambung... *

Raisa...

idiihh~ malem-malem udah ngeblog lagi.. haha.. maklum pemula.. apa-apa dikit bawaannya jadi pengen di tulis..
and here we go..

hari minggu, jam menunjukkan... #lirik jam dulu.. 10 lebih 19 menit*di liat pada ketikan pertama di atas*...
berhubung malam ini saya baru dateng dari rumah,, *ritual mingguan tiap jum'at pulang ntar minggu berangkat lagi---anak mami? bukan! anak ibu!! hahaha* tapi kondisi badan lagi bener-bener lagi gak banget, maka postingan kali ini saya mau bahas mbak Raisa.. #jeng-jeng-jeng... gak nyambung ah! #biarin..

Raisa Andriana (born June 6th 1990)
halahhh~ mbaknya ini lho.. cantik, suaranya bagus.. sipp lah!!
udah sebulanan ini saya keranjingan lagu-lagunya yang emang easy-listening.. cek aja yang serba salah, arti menunggu... atau *my favorite one---ruang nostalgia*.. hadooo- berasa gimana gitu dengernya.. liriknya sih simpel tapi daleem banget..

SERBA SALAH
harus ku akui semuanya telah berbeda
* lelah menjalani semua serba salah
apalagi salahku, apalagi salahmu, ku tak mengerti
apalagi salahku, apalagi salahmu, apalagi

sudah lupakan segala cerita antara kita
ku tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin
ku terluka karna cinta, karna cinta
repeat *
** sudah lupakan segala cerita antara kita
ku tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin kau terluka karna cinta
bukan karna rasa itu tlah sirna, maafkanlah
ku hanya tak ingin, ku tak ingin, ku tak ingin ku terluka karna cinta
oh bukan ku tak berharap kembali padamu
tapi pahami ku tak ingin, ku tak ingin terluka yeah yeah yeah
repeat **
(tak ingin, tak ingin, tak ingin kau terluka)
(tak ingin, tak ingin, tak ingin ku terluka) lupakanlah semuanya
(tak ingin, tak ingin, tak ingin kau terluka) ku tak ingin kau terluka karna cinta
(tak ingin, tak ingin, tak ingin kau terluka)
(tak ingin, tak ingin, tak ingin ku terluka) tak ingin kau terluka
(tak ingin, tak ingin, tak ingin kau terluka)

ato yang ini...
APALAH ARTI MENUNGGU

telah lama aku bertahan
demi cinta wujudkan sebuah harapan
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang

sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
dahulu kaulah segalanya
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama


and this is my fav...
TERJEBAK NOSTALGIA...
telah lama ku tahu engkau
punya rasa untukku
kini saat dia tak kembali
kau nyatakan cinramu
namun aku takkan pernah bisa, ku

takkan pernah merasa
rasakan cinta yang kau beri
ku terjebak di ruang nostalgia
semua yang ku rasa kini
tak berubah sejak dia pergi
maafkanlah ku hanya ingin sendiri ku di sini
namun aku takkan pernah bisa, ku
takkan pernah merasa
rasakan cinta yang kau beri
ku terjebak di ruang nostalgia
takkan pernah merasa
rasakan cinta yang kau beri
ku terjebak di ruang nostalgia...

 check it out: 

hadooohh...manisnyoo..:)

hahaha...I LIKE IT...:)

#Adios!



Kamis, 13 Oktober 2011

guling-guling part. 1/2


well, baru gabung jadi blogger setelah lama gak sempet2 dan gak bisa2 bikin blog, akhirnya sekaranglah saatnya saya meng-eksistensikan diri.. di bantu temen sekos yang sama-sama wonder nisa, yang setia mengajari saya yang cupu ini “ini namanya template…ini namanya rancangan… ini namanya bakso..#halah. Maaf kalo postingan saya berbau-bau rancu, karna saya masih pemula..hahaha..yang penting gak sara!! sarap,iya!! #plakk

dan malam itu tak seperti malam biasanya..saya dan nisa mengabadikan saat-saat sebelum tidur…

  
 look at us :) 

temanya: kelaparan

idiihh..gaya saya udah kaya manohara aja #dilarangsirik

nunggu sesi foto selanjutnya

wahh~matanya udah sembab2 gitu.. jam berapa ya?

satu...dua...

tiga...dan jatuh..zzzzz...
selamat!!! anda telah terhipnotis uya kuya eh gantengan dikit ah si mas demian..kkkk~

hahaha berhubung modelnya udah tidur kita cukupkan dulu sampai sekian...alhamdulillah yah..sesuatu #weekk~

best pict of the year..
halah....#hahaha:D

#Adios!